Tuesday, 23 August 2016

Stick It With This One



Kami berkelana lagi ke negeri Pangeran William untuk mewawancarai seseorang. Siapakah gerangan dirinya? Dia adalah Thisone. Seorang anggota GCAK (yang entahlah apa kepanjangannya) dari London, ibukota Inggris. Ia mencoba menceritakan skena stiker di kotanya secara sepintas. Bagaimanakah sepak terjangnya? Simak!

I'm This One part of GCAK based in London.

I've had many names over the years, all really bad ones. I didn't really have a name one year because it kept changing it every other week. Basically was just playing with letters finding what I liked. The lads I painted with just started calling me Thisone because no one knew what name I would be using that day, and it stuck.
 
 
It’s definitely not what it used to be. A lot of the people that got big from it have moved on to bigger things. There still there and more every day but there nowhere near as much hand drawn as say 5 years ago. There's a lot more screen printed and vinyl stickers around because it’s so easy to get them in London.

My style has changed from being a writer to now artist. I only use black and white no colour and my style is more influenced by tattoo art. Don't get me wrong I love graff but just got bored of using letters. I've used stickers from day one. Sat in my room for hours drawing out piece on anything from bluetop's, DHL's to just A4 sheets and cutting them out, but these days i usually just use eggshell's, Hello My Name is and vinyl. I've just got lazy.

 
 
I haven't collaborated on a sticker in ages. The offer just hasn’t come around. I colab a lot when out painting. My main partner in crime is Frankie Strand. She’s got a dope style and we bounce of each over quite well. We recently had an joint exhibition together at Parlour skate store "The Nature Of It" were we paint a load of skateboards. Generally I use stickers as a repetitive image. Get a hello sticker on every lamp post and people will start to notice, just like a tag. The bonus with stickers is you can drop them in places you normally wouldn't be able to get just because it only takes a second. Most areas of London it will stay up till nature takes hold. The buff squad are on it in some areas. That's where egg shells come in.
 

If your works crap no matter how many you put up its still crap. In saying that some artist are huge and only because there everywhere but they took risks to gain respect. As I've basically just reverted back to only doing tags unless printed I say quantity. Putting one great sticker up that nobody will see is pointless.
 
 
Sticker arts great. From just tags to full on designs. It’s quick its easy and it usually lasts longer. There's some great artist that have come from it or use it like Obit, Filth and Grime, Hesher Park and Above. So no way is it a bad thing and I'm sure it will keep going.

Thank you very much Thisone. Cerita singkatnya telah mengantar kita tentang pergerakan stikernya secara individu maupun kolektif bersama teman-temannya di London. Suatu saat kita berjumpa lagi kawan. Salam tempel!


Foto: Arsip pribadi This One

Friday, 19 August 2016

Review Pameran Street Art Rumah Atas Surabaya



Akhir Juli kemarin teman kami dari Surabaya mengadakan pameran street art yang mengambil tempat di Rumah Atas Street Art Gallery. Menurut penuturan Eco selaku pihak penyelenggara acara ini sengaja ingin diadakan sebab Rumah Atas ingin memberikan kesempatan kepada seniman-seniman baru untuk mempertunjukkan karya mereka. Dan lebih mempererat persahabatan antar seniman-seniman baru maupun seniman lama. 
 
Begitu juga ini akan menjadi kegiatan-kegiatan atau agenda dari Rumah Atas. Pameran ini menunjukkan karya-karya foto jalanan dan karya sketsa, fotokopi, stickerslap. Walaupun hanaya berlangsung selama sehari, pameran ini mampu menarik antusias dari para pengunjung pameran yang ingin tahu tentang skena street art di Kota Pahlawan. 
 
 
 
 


Terima kasih kepada kawan kami Eco dari Rumah Atas Surabaya yang telah bersedia membagi cerita tentang pameran kemarin. Maju terus!

Foto: Dokumentasi Pribadi Rumah Atas Surabaya


Tuesday, 16 August 2016

Virtual Tour: C2O Library & Collabtive, Surabaya




Nama C2O Library makin populer di kalangan pecinta seni di Surabaya. Keberadaannya di Kota Pahlawan berangkat dari idealisme untuk mendistribusikan pengetahun. Hal inilah yang mendasari kami untuk melakukan tur virtual ke Surabaya untuk menyambangi salah satu unit alternative space yang kreatif ini.

Apakah C2O itu? Kapan terbentuk, dan asal mula terbentuknya?
C2O Library & Collabtive adalah perpustakaan dan ruang kerja bersama (co-working space) yang dikelola secara swadaya dan terbentuk sejak tahun 2008. Misinya adalah menciptakan ruang, alat dan materi bagi manusia (dan bukan-manusia) untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berinteraksi dengan beragam komunitas dan lingkungan sekitarnya, berlandaskan pikiran dan tindakan yang terbuka dan kritis.


C2O bekerja mencapai misi ini dengan bekerja bersama anggota dan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem dan alat bersama (shared ecosystem & tools) untuk (1) mengumpulkan, menata, dan berbagi informasi melalui koleksi buku, film, dan media lainnya; (2) mendorong tumbuhnya produksi pengetahuan dan inovasi melalui kegiatan seperti diskusi, workshop, kelas bahasa, penerbitan, dsb.; (3) mengembangkan jaringan organisasi dan individu lokal-nasional-internasional.

Siapa saja yang terlibat didalamnya?
 Yuli pada Front office, membership management, circulation and sales, Nita Darsono (Nitchii) pada Communications Officer, Tini pada Back office, kitchen and housekeeping, Charlie & Fifi
pada Resident cats.
Di divisi Committee Vagrants terdapat Andriew Budiman pada Visual & graphic director,
Anitha Silvia pada Manic Street Walkers, Ari Kurniawan pada Resarch Officer & volunteer coordinator, Erlin Goentoro pada Operational director, C2O, Programme manager, Ayorek!
Kathleen Azali pada Founder & director, C2O, Editor-in-chief, Ayorek!



Apa saja kegiatan C2O?
Kegiatan kami antara lain adalah penelitian dan pengembangan lintas disiplin, publikasi (buku, jurnal, video), lokakarya, diskusi buku, pemutaran film, obrolan santai & berbagi, lokakarya, jelajah kota, pameran, pameran, festival, dan berbagai kegiatan lainnya,
Tiga program utama kami adalah Ayorek! (platform pengetahuan perkotaan), Design It Yourself (konferensi-festival festival tahunan), dan Manic Street Walkers (tur jalan kaki).

Apa harapan C2O kedepannya?
Sejalan dengan visi kami: agar lebih banyak orang dapat menggunakan C2O untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berinteraksi dengan beragam komunitas dan lingkungan sekitarnya.

Hasil wawancara diatas merupakan salah satu rangkuman pendek via surat elektronik yang dibalaskan kepada kami sewaktu melayangkan pertanyaan wawancara. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi tentang C2O Library & Collabtive di:

Jl. Dr. Cipto 22, Surabaya, Indonesia 60264
Phone: +62 - 31- 5678 250
HP/WhatsApp/LINE: +62 816 1522 1216
BB Pin: 7581F299
Web www.c2o-library.net
Email info@c2o-library.net

Foto: Dokumentasi pribadi C2O Library & Collabtive