Friday, 9 December 2016

Review Pameran Merekat Erat



Setelah sekian lama tertunda dikarenakan urusan ini dan itu, akhirnya kami berhasil melaporkan pameran stiker Merekat Erat yang berlangsung Oktober kemarin. maaf untuk Mas Putu jikalau tulisan ini sedikit telat. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mau tahu seperti apa kisahnya? Mas Putu akan membeberkan kisahnya dibawah ini.
Suasana pameran Merekat Erat yang berlangsung pada tanggal 15 Oktober 2016 di Titik Temu Space, Bandung sangatlah syahdu ramai dingin seusai hujan turun membasahi Kota Kembang saat itu. Namun tidak menyurutkan antusiasme para pengunjung untuk hadir mengapresiasi pameran Merekat Erat dan sangatlah tidak menyangka bahwa stiker yang memiliki bentuk kecil dapat diperlakukan sangat istimewa.


Persiapan pameran Merekat Erat diawali dengan membagikan poster open call lewat media social baik dari facebook, Instagram pada pertengahan bulan Mei hingga akhir bulan September 2016 dan setelah itu mulai mencari bahan yang akan dibutuhkan seperti pigura, papan kayu, papan surfing, plat rambu lalu lintas, motor, maupun ruang galeri yang akan digunakan untuk pameran nantinya.
Kami sebagai penyelenggara tidaklah menyangka bahwa akan terkumpul sebanyak 127 partisipan yang ikut dalam pameran Merekat Erat baik dalam negeri maupun luar negeri dengan mengirimkan karyanya paling sedikit 2 buah dan yang paling banyak sekitar 200 buah stiker dikirimkan menggunakan jasa pengiriman barang atau langsung bertemu terhadap kami selaku pihak penyelenggara, bahkan di waktu senggang kami sendiri mendatangi secara langsung artis yang memiliki beberapa karya stiker.



Untuk harapan ke depan pameran Merekat Erat ini entah akan berlangsung kembali atau tidak sama sekali sebab kami selaku pihak penyelenggara tidak ingin berjanji terlebih dahulu secara langsung dan mengumbar-ngumbar pada publik. namun apabila dapat kembali terlaksana pada tahun depan mungkin kami sebagai pihak penyelenggara akan menggabungkan karya stiker Merekat Erat yang pertama dengan karya stiker yang baru pada Merekat Erat kedua, sehingga menghasilkan beberapa karya stiker yang penuh ramai pada ruang pamer. Pada mulanya pengunjung yang hadir dalam pameran Merekat Erat merasa aneh dan bingung karena masih merasa stiker adalah hal yang sangat jarang bahkan sama sekali belum pernah dipamerkan pada ruang-ruang pamer di Bandung. Namun setelah mengapresiasi banyak yang takjub dan tak menyangka bahwa stiker yang memiliki bentuk yang kecil bila dikumpulkan akan menjadi kesatuan yang ramai dengan pesan dan visual beraneka ragam, bahkan ada pengunjung yang merasa menyesal tidak ikut serta berpartisipasi dalam pameran Merekat Erat.



Terima kasih untuk Mas Putu yang telah bersedia berbagi kisah pameran Merekat Erat bersama para pembaca setia blog ini. Pria yang bisa anda jumpai dengan nama akun di Instagram @getirindu ini adalah sosok yang paling bertanggungjawab dalam skena gambar tempel di Kota Bandung dua tahun terakhir. Karya stikernya berupa Buat Kamu? banyak memakan tempat di ruang publik Kota Kembang. Silahkan mencermatinya jikalau Anda berkunjung ke Bumi Priangan. Salam tempel!

Dokumentasi: Riderikrifki, Maulana Dillzun, Sworks.id

Tuesday, 22 November 2016

Stick It With Vinil Colante



Brazil seakan tidak habis akan sumber daya manusia dalam dunia gambar tempel. Kali ini kami kedatangan tamu agung dari kota Santos yaitu Vinil Colante yang bersedia bercerita tentang skena disana. Simak!

Please introduce yourself.
My name is Vlaidner known as Colante. I’m from Santos-SP/Brazil and I run Urban ArtProject named Vinil Colante Arte Ataque Manifesto.
What’s the story behind your street art name?
I’ve been acting in the streets for more than 22 years (started with wall writings) and Vinil Colante project was created in 2006 when I started to produce sticker art. The project doesn’t  limit itself to spray painting or sticker art. It embraces urban art as something wide and open, without limits of material, technique or any creative restriction.
How is the sticker scene in your city or country?
The sticker movement in Brazil is quite similar to what’s happening around the world. This branch of urban art was always stronger in countries like Germany, USA, Mexico and the whole Europe, but  it’s just like the waves. It has its ups-several artists workings- and downs – stop being trendy and a lot of people stop doing it. since I don’t care about trend it doesn’t matter to me. I’ve never stopped since I started. In my town Santos- SP, for instance, I’m the only one doing it. There were other artists acting but they start and don’t stick to the scene and stopping soon. But we have many artists spread through Brazil mainly in Sao Paulo, Minas Gerais and the south of the country.

How you make your artworks, using what kind of technique?
Every single technique I can reach. For my stickers I use silkscreen, stencil, free hand on paper, vinyl, customized tags from political advertising labels, mail labels etc. Limitless.

How did you play with your stickers on the streets, did you quite often make a collaboration?
I always stick on my own stickers in the streets. I also stick the work of other artist that I’m corresponding with by mail. I’ve collaborated with artist from a lot of places and countries. we exchange stickers. It’s been more than 40 countries.
What’s the most important? Quantity or quality?
Quality and concept for sure. I receiving amazing works but some of the mailed works are so horrible that they look like shitty works.

Can you share us your opinion about sticker art?
Sticker art in my opinion is the evolution (or mix with urban art) of postal art from the70’s and 80’s. It’s wider now-thanks to the means of communication-and expanded to the streets where it has developed to this format due to the evolution and expansion of types of industrial reproduction and the access to graphic material like printers, paint and sticker support. It’s a very special way to get an original work of art from an artist you love and lives far from you. It’s also a way to have your art reaching a different and distant public. It’s a new kind of art and it will grow more and more. It’s history is under construction. I sporadically organize a sticker art exhibition here in Brazil called Expo Colex where people can see urban art stickers from several places of the globe free of charge. It’s one of the biggest in Brazil. It’s worth knowing.

Terima kasih banyak kawan. Kapan-kapan kita berjumpa lagi di jalanan dalam satu frame tentunya. Maju terus skena di Santos. Salam tempel!


Foto: Dokumentasi pribadi Vinil Colante

 


Saturday, 19 November 2016

Review Pameran All Caps Gallery




Malam Sabtu kemarin, All Caps Gallery kembali hadir menampilkan pameran koleksi street art dan graffiti di bilangan Canggu, Bali. Line up artis yang terlibat lumayan meriah. Terdapat nama besar seperti Shepard Fairey dengan beberapa buah karya Obey, Slinat, Dnztwo, Swoofone, Lezart Original, VAmpira, Konfucius One, Muck FSK, Anamarietta.
Diramaikan juga oleh booth tattoo oleh  Bucksbuks Tattoo serta live painting dari Sleeck  dan Ches (Rusia). Tepat pukul 7 malam, live painting sudah dimulai dan beberapa pengunjung nampak asyik mengabadikannya di luar dan masih malu-malu untuk beranjak ke dalam. Namun, begitu musik mulai berdentum, perlahan demi perlahan mulai ramai dengan pengunjung yang menikmati karya di dalam.
 
 

 
Koleksi-koleksi pribadi Trax selaku inisator pameran ini merupakan koleksi karya bertahun-tahun yang diamerkan ke publik Bali. Nampak antusiasme pengunjung menikmati seni urban ini. Tak sedikit yang mengambil foto atau sekedar berbincang dengan para seniman yang berpameran. Live painting yang awalnya hanya menyajikan dua artis akhirnya bertambah dengan naik panggungnnya Choose Life Crew dan juga Kmis3. Meriah. Sambil menikmati bir dingin dan menonton semprotan kaleng aerosol dari para ahli. Selamat kepada All Caps Gallery.

Foto: Dokumentasi Pribadi All Caps Gallery.