Friday, 20 January 2017

Bombdalove Art Show



Pada tanggal 17 Desember 2016, seniman Rharharha dengan aliasnya yaitu Bombdalove, menyelenggarakan pameran tunggal yang bertajuk Bombdalove I Love You. Mengambil tempat di All Caps Gallery di bilangan Canggu, Bali, pameran dibuka pada pukul 8 malam. Beberapa karya dituangkan kedalam bentuk kanvas maupun media instalasi lainnya. Salah satu yang menyita perhatian adalah bertajuk Love is My Religion dimana karya ini menampilkan simbol-simbol keagamaan di seluruh dunia yang berpadu dalam balutan buah hati simbol pergerakan Bombdalove itu sendiri.
 
Disamping kiri kanannya adalah tagging penuh dengan umpatan, cacian dan sumpah serapah lainnya. Ditengahnya adalah sosok maneken yang sedang bertekuk lutut berdoa mengahadp ke altar. Sebuah karya yang menjadi favorit kami. Selain itu juga terdapat instalasi berjudul Gardening After Bombing dimana menampakkan perhatian khusus Bombdalove akan lingkungan. Kaleng-kaleng cat semprot disulap sedemikian rupa menjadi pot tanaman penyejuk galeri.

 
 

Pameran ini dimeriahkan oleh live painting bersama Brutal Mark dan juga wheatpaste poster oleh Swoofone. Pengunjung nampak antusias menikmati sajian yang diberikan disertai dentuman musik yang dipandu oleh 1escv, MOTB, Sun Go Sound serta Macan Berkaraoke. Trax dari pihak All Caps Galllery selaku kurator pameran menyatakan bahwa pameran ini merupakan perwujudan tanggungjawab Bombdalove sebagai pergerakan kesenimanan oleh Rharharha yang sudah setahun lebih “menebarkan” cinta di Pulau Dewata. Karena biar bagaimanapun, love wins!

Foto: Dokumentasi kolektif All Caps Gallery dan Bombdalove Team

Tuesday, 13 December 2016

Glued Party #3



Tanggal 5 Desember adalah Lebaran bagi para penggiat stiker street art dan graffiti di Indonesia. Kami beruntung bisa terbang ke Jakarta untuk menyaksikannya langsung. Gardu House, selaku yang punya hajat, menjadikan Gudang Sarinah Hall A1 sebagai kanvas raksasa bagi stiker-stiker jalanan.
 
 
Acara bertajuk Glued Party #3 sebagai sepak awal dari gelaran Street Dealin, dibuka pada pukul 7 malam. Sekitar 900-an artis dari puluhan negara turut terlibat dalam pameran stiker ini. Submission karya yang masuk merupakan open call dari sebulan sebelumnya. Bujangan Urban, sebagai inisiator acara berpendapat bahwa stiker street art dan graffiti merupakan medium yang sangat dinamis di jalan, dan memamerkannya dalam sebuah ruang tentulah sangat sulit sebab sifatnya yang mudah ditiban oleh stiker-stiker lainnya. Sehingga pameran ini bersifat dinamis, siapa saja boleh merespons media tempel yang telah disediakan. Gardu House mengundang para pengunjung seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya untuk menempelkan stiker mereka.

 

 
 
Pameran yang berlangsung seminggu penuh ini mengundang antusiasme yang sangat masif dari para pengunjung. Dentuman musik juga mengiringi pameran ini sehingga membuat pengunjung berbetah untuk menghabiskan waktu mengamati stiker stiker yang ada dan barangkali saja tak cukup untuk mengamatinya semalaman penuh. Anda perlu datang berkali-kali untuk melihat secara detail apakah stiker yang dipamerkan sudah berhasil Anda rekam atau belum. Bisa juga stiker Anda ada disana ataukah sudah ditimpa dengan stiker yang lain. Salut kepada Gardu House sebagai penyelenggara Glued Party #3. Kita berjumpa di lain kesempatan. Salam tempel!

Foto: Dokumentasi kolektif  Easy Tiger